Langsung ke konten utama

Istilah istilah dalam ilmu genetika


Alela : sepasang gen pada lokus

Autosom : Kromosom yang menyusun tubuh suatu makhluk hidup (disingkat A)

Adenin : Merupakan salah satu senyawa dari dua basa N purina yang dugunakan dalam membentuk nukleotida dari asam nukleat DNA dan RNA

Asam amino
senyawa organik yang mengandung gugus fungsi amina dan karboksil

Anafase : tahap mitosis yang terjadi setelah metafase dan sebelum telofase

Baselin : ukuran tingkat ekspresi gen atau gen sebelum gangguan dalam percobaan

Back cross : persilangan kembali antara generasi dengan salah datu induknya

Carrier : individu pembawa sifat

DNA (Deoxyribonucleid Acid) : senyawa kimia terpenting yang membawa keterangan genetik dari suatu generasi ke generasi berikutnya (penyusun utama DNA adalah protein)

Dihibrid : perkawinan dua individu yang memiliki dua sifat berbeda

Diploid : pembelahan sel yang menghasilkan anakan yang sama (2n)

Dominan : suatu sifat/ekspresi gen yang bersifat menutupi ekspresi gen lainnya yang muncul pada keturunan, bersifat menutupi sifat lain dan dilambangkan dengan huruf besar

Eksbreeding : perkawinan antara dua jenis/bangsa individu yang berbeda

Eukariotik : sel yang memiliki membran/selaput pelindung (nukleus)

Epistasis : gen yang menutupi ekspresi gen lainnya

Enzim : biokatalisator organik yang dihasilkan organisme hidup di dalam protoplasma yang terdiri dari protein atau suatu senyawa yang berkaitan dengan protein.

Fenotip : sifat yang dapat teramati pada suatu individu yang ditentukan oleh genotip (fisik)

Filius : dalam genetika disingkat F, yabg berarti keturunan

Gamet : merupakan sel jenis kelamin atau reproduksi yang berisi sepasang kromosom berbeda atau merupakan seetengah dari materi genetik yang diperlukan untuk membentuk satu organisme lengkap (haploid)

Gen : substansi hereditas yang menetukan sifat suatu individu (atau merupakan potongan-potongan DNA)

Genotip : sifat yang tidak teramati karena berada di dalam gen serta bersifat tetap ( dalam gen)

Galur murni : individu yang memiliki sifat-sifat sama dengan induknya, karena hasil perkawinan sendiri yang berlangsung secara terus menerus sampai beberapa generasi

Gen letal : gen yang dapat menyebabkan kematian pada individu

Genom : seluruh pelengkap materi Genetik  yang terkandung dalam kromosom suatu organisme, virus dan atau organel

Guanin : merupakan satu dari dua basa N purina yang menyusun DNA dan RNA

Homozigot : merupakan pasangan alel yang terdiri atas dua gen yang sama

Heterozigot : penentuan jenis kelamin berdasarkan susunan gamet yang berbeda

Hibrid : perkawinan dua individu yang memiliki satu atau lebih sifat berbeda

Heterogametik : penentuan jenis kelamin berdasarkan susunan gamet yang berbeda

Haploid : pembelahan sel yang menghasilkan anakan yang berbeda (n)

Inbreeding : perkawinan sedarah

Intermediet : sifat suatu gen dimana sepasang gen tidak ada dominan dan tidak ada resesif

Irradiasi : radiasi yang terkendali

Kromosom : berupa benang halus pembawa sifat keturunan yang berada pada inti sel (nukleus) 

Kofaktor : senyawa organik non-protein apapun yang terikat pada enzim

Kriptomeri : gen dominan yang seolah-olah  tersembunyi, karena disembunyikan  oleh gen dominan lainnya

Kromosom seks/kelamin : susunan kromosom yang menentukan jenis kelamin pada suatu individu baru

Lokus : tempat gen ditemukan dalam kromosom

Monohibrid : perkawinan dua individu yang memiliki satu sifat berbeda

Meiosis : pembelahan sel yang terjadi  pada kelamin

Mitosis : pembelahan sel yang terjadi pada tubuh

Mozaik : sel-sel yang bersusunan genetis yang sama  tetapi ekspresinya berbeda , berhubungan dengan perbedaan keaktifan gen-gen  pada saat terjadi embriogenesis

Mutan : embrio yang mengalami mutasi

Nondisjunction : peristiwa dimana pasangan kromosom homolog tidak berpisah pada saat meiosis, menyebabkan kelainan-kelainan sifat pada individu  pembuahan gamet

Parental : induk yang mengalami persilangan

Prokariotik : sel yang tidak memiliki selaput pelindung atau nukleus

Plasmid : molekul DNA yang berantai rangkap dan berkembang biak secara bebas lepas dari kromosom induk

Pedeegree : catatan asal usul suatu sifat dari generasi ke generasi

Plasmid rekombinan : plasmid yang disambungkan

Polimeri : sifat yang berdiri sendiri-sendiri tetapi  mempengaruhi bagian bagian yang sama pada suatu organisme

Poliploidi : buah dengan ukuran sangat besar

RNA (Ribonucleid Acid) : merupakan molekul polimer yang terlibat dalam berbagai peran biologis yakni mengkode, dekode, regulasi serta ekspresi gen 

Resesif : sifat yang tidak muncul pada keturunan karena sifatnya ditutupi oleh sifat lain, dilambangkan dengan huruf kecil


Resifien : penerima (yang di transferkan)

Replika DNA : proses dimana molekul DNA menyalin dirinya sendiri dan menghasilkan dua salinan yang identik dari molekul DNA asli

Rekombinasi : terbentuknya kombinasi baru

Sitosin : salah satu basic nitrogen yang ditemukan dalam RNA dan DNA dengan satu cincin, dengan struktur cincin karbon aromatik heterosiklik

Timin : merupakan salah satu basis nitrogen  yang ditemukan pada DNA dan merupakan turunan pirimidin yang memiliki satu cincin  karbon aromatik heterosiklik dalam  strukturnya.









Terimakasih atas kunjungan anda, semoga artikel ini bermanfaat





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Praktikum Pembibitan Ternak Ayam Kampung Super

Ayam kampung super atau biasa disebut  joper  merupakan salah satu jenis ayam lokal yang banyak dibudidayakan diberbagai wilayah  Indonesia. Ayam kampung super termasuk dalam golongan ayam bukan ras atau ayam buras, yang merupakan persilangan antara ayam lokal jantan dengan ayam ras betina (Iskandar, 2006). Berikut  Laporan Pembibitan Ternak Ayam Kampung Super.

Sistem Pencernaan pada Unggas

Sistem Pencernaan pada Unggas Unggas merupakan kelompok hewan yang berdarah panas dan dikelompok ke dalam  hewan non-ruminansia karena berlambung tunggal. Unggas berbeda dengan hewan ruminansia berdasarkan pakan dan juga organ pencernaannya, dimana pencernaan unggas tergolong sederhana dan tidak serumit pencernaan hewan ruminansia yang memiliki 4 bagian perut. Oleh karena itu, unggas hanya bergantung pada enzim yang dihasilkan oleh dinding perutnya agar makanan dapat dicerna dengan baik sehingga nutrisinya  bisa digunakan dan dialirkan keseluruh bagian tubuh. Siatem pencernaan unggas berfungsi mencerna dan mengabsorpsi zat-zat makanan serta mengeluarkan sisanya memalui kloaka. Sistem pencernaan pada hewan unggas dimulai dari mulut, kerongkongan (esophagus), tembolok (crop), lambung kelenjar (proventriculus), gizzard (empedal), usus halus (small intestine), usus buntu (ceca),  usus besar (large intestine), dan akan berakhir di  cloaca (lubang keluarnya ekskre...